
Manusia adalah mahluk bertulang belakang yang memiliki gigi yang berfungsi untuk merobek, memotong , menggiling dan menghancurkan makanan sebelum masuk ke organ pencernaan di perut. Jumlah gigi manusia sudah diteliti dan memiliki jumlah 32 buag termasuk gigi bungsu. Selain sebagai alat untuk membantu pencernaan, gigi juga memiliki fungsi untuk memperlancar bicara dan memberikan ekspresi pada wajah manusia. Jika dibayangkan lebih menarik mana antara manusia yang tersenyum dengan gigi lengkap dengan manusia yang tidak memiliki gigi? Tentu kalian semua bisa menjawab dengan pasti ya.
Pertumbuhan Gigi
Secara umum gigi tumbuh di usia 6 bulan yang dimulai dengan tumbuhnya gigi seri di bagian depan lalu bertahap ke gigi taring dan geraham yang mulai lengkap secara keseluruhan di usia akhir belasan tahun. Khusus gigi geraham bungsu biasanya mulai tumbuh di usia 18 tahun dan ada pula kasus dimana gigi geraham bungsu yang tidak tumbuh seperti pada umumnya.
Sayangnya gigi ini kadang diabaikan dalam pemeliharaannya sehari-hari. Padahal dengan kegiatan makan yang dilakukan setiap hari oleh manusia, gigi sangatlah penting dan akan memberikan kerugian yang besar jika mengalami kerusakan.
Kerusakan pada Gigi Manusia
Gigi yang merupakan salah satu bagian tubuh terkuat manusia secara umum terdiri dari mineral seperti hidroksiapatit atau kristal kalsium fosfat sehingga keras. Selain itu terdapat juga kandungan protein kolagen, air serta sel-sel khusu yang membentuk bagian gigi.
Namun demikian gigi tetap akan rusak jika tidak dirawat. Adapun jenis kerusakan gigi yang biasanya terjadi adalah :
- Karies atau gigi berlubang karena terjadi kerusakan enamel dan dentin akibat asam yang dihasilkan bakteri pada sisa makanan yang menempel di gigi. Lokasi karies ini bisa terjadi di permukaan gigi dan bahkan akar gigi
- Erosi gigi atau pengikisan enamel gigi karena paparan asam dari makanan atau minuman yang bersifat asam.
- Gigi sensitif karena enamel yang menipis atau gusi yang menurun sehingga terjadi nyeri tajam Ketika mendapat rangsangan panas, dingin, manis atau asam.
- Gingivitis atau peradangan gusi karena plak dan atau karang gigi sehingga gusi berdarah dan bengkak
Empat jenis kerusakan gigi itu adalah beberapa jenis yang sering terjadi di Indonesia dan sayangnya kadang diabaikan sehingga menjadi lebih parah dan harus menjalani proses pengobatan yang cukup panjang. Padahal jika masalah gigi dan mulut diabaikan bisa berakibat ke masalah Kesehatan yang serius seperti tumor dan sakit jantung.
Gerakan Gigi Bali Sehat

Komang Ayu, seorang dokter gigi di Bali merasa tergerak untuk memberikan edukasi serta mengusahakan kesehatan gigi sejak anak-anak. Gerakan ini dimulainya sejak 2018 ketika Komang Ayu sedang menjalani Pendidikan Dokter Gigi di Universitas Udayana tepatnya saat memasuki masa koas dan sulit mencari pasien gigi.
Dalam suatu kesempatan Ketika berinteraksi dengan anak-anak di sebuah komunitas, tercetuslah ide untuk menanyakan ketersediaan sikat gigi di rumah masing-masing. Dan Komang Ayu terkejut Ketika mendapati hanpir semua anak-anak tidak menggosok gigi dengan baik karena tidak memiliki sikat gigi. Bahkan karena satu keluarga hanya memiliki satu buah sikat gigi, maka anak-anak menggosok gigi dengan jari atau menggosok-gosokkan daun ke gigi mereka jika ingin membersihkannya.
Dari latar belakang itulah, maka Komang Ayu bertekad untuk memperbaiki kondisi Kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak dengan kampanye #1SikatGigiBerarti dan Sehat Sejak Dini dengan membuat wadah yang dapat memberikan fasilitasi sikat gigi dan pasta gigi untuk anak-anak di Bali. Tujuannya agar dengan memiliki gigi sehat maka hidup pun menjadi bersih dan sehat serta memiliki senyum sehat.
Hasil Gerakan Gigi Bali Sehat

Berdasarkan indonesiana.id, setelah lima tahun menjalankan program Gerakan Gigi Bali Sehat ada beberapa pencapaian yaitu :
- Memiliki 14 kelas binaan yang berjumlah antara 20 hingga 50 orang per kelas
- Dari 14 kelas binaan tersebut, sebanyak 85 % murid sudah terbiasa untuk sikat gigi, mencuci tangan dan kegiatan sehat lainnya
- Melakukan kunjungan edukasi dan donasi dalam hal Kesehatan gigi ke beberapa sekolah. Kegiatan ini telah memberdayakan 1000 anak untuk bisa lebih sehat terutama kesehatan gigi dan mulut.
Berkat program Gerakan Gigi Sehat Bali ini, drg Komang Ayu Sri Widyasanthi mendapatkan penghargaan sebagai sosok inspiratif Apresiasi SATU Indonesia Award di tahun 2021 dari Propinsi Bali. Karena aksinya ini telah memberikan dampak yang nyata bagi kesehatan anak-anak dengan gerakan sederhana yaitu rajin menyikat gigi yang mendorong mereka untuk menjaga Kesehatan pribadi .
Dengan kesadaran menjaga Kesehatan sejak dini maka generasi mendatang pun akan menjadi generasi yang kuat demi menyongsong masa depan yang cemerlang.
Yuk kita dukung Gerakan Gigi Sehat Bali ini dengan menyebarkannya di lingkungan masing-masing.
#APA2025-PLM
#SatukanGerakTerusBerdampak #KitaSATUIndonesia
Sumber artikel dan foto :
- IG @gigibalisehat
- https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/10/28/gerakan-gigii-bali-sehat
- https://www.kompas.id/artikel/komang-ayu-sri-widyasanthi-senyum-cemerlang-anak-anak-bali

